Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Rabu, 30 Mei 2012

Makalah Etika dalam Kehumasan


KATA PENGANTAR


Assalamualaikum Wr.. Wb..
Syukur  alhamdulilah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT,yang mana telah memberikan nikmat sehingga dapat menyelesaikan makalah ini.Penulis harapkan semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi pembaca umumnya dan bagi penulis khususnya,penulis  menyadari dalam  pembuatan  makalah ini banyak kekurangannya semoga itu semua dapat dimaklum,  tidak lupa kritik dan saran yang membangun bagi penulis untuk bisa lebih baik lagi dalam pembuatan makalah,Demikian atas perhatian dan sarannya penulis ucapkan terima kasih.
Wassalmualaikum, Wr.. Wb..



BAB I
PEMBAHASAN


A.Etika dalam Kehumasan
Apakah istilah dalam bahasa indonesia etika itu merupakan terjemahan dari ethic atau ethics , berdasarkan uraian di atas ,tidak menujukan perbedaan yang terlalu jauh. Dari pengertian itu dapat di simpulkan bahwa pada hakekatnya adalah asas-asas nilai  perilaku manusia dalam kaitanya dengan sifat-sifat benar ,salah,baik dan buruk .
Dalam pengertian ethic dan ethics di atas tadi tampa pula  terpautnya perkataan moral menurut kamus umum bahasa indonesia susunan dan kelakuan [akhlak, kewajiban, dan sebagainya.] sedangkan istilah etika dalam kamus tersebut diartikan sebagai “ ilmu pengetahuan tentang asas-asas akhlak [moral].
Berdasaerkan uraianyang terdapat pada kedua kamus di atas, tampak bahwa etika lebih luas pengertianya dari pada moral dan akhalak, sebap tidak saja menelah perilaku manusia yang baik dan buruk, tetapi  juga yang benar dan salah.tetapi, para ahli filsapat yang mengkaji etika sebagi aspek filsapat umumnya lebih berat bobot telahnya pada masalah baik dan buruk peilaku manusia.etika di sebut oleh mereka filsapat moral. Barang kali akan lebih jelas. Apa bila kita telah pengertian etika yang telah di paparkan oleh Dr.franz von magnis dalam bukunya “eetika umum” pengarang terkenal itu mengatakan bahwa etika adalah penyelidik filsapat tentang bidang mengenai kewajiban-kewajiban manusia serta tentang yang baik dan yang buruk. Karna itu, etika di difinisikan olehnya sebagai filsapat moral. Filsapat tentang praxis manusi. Jelsnya, etika tidak mempersoalkan keadan manusia, melainkan bagaimana manusia hrus bertindak.

B.Etika dan Etiket dalam Public Relation
Pada bagian terdahulu telah di ketengahkan pendapet bertrand  R. Canfeid mengenai pungsu public (purel) yakni mengabdi kepada kepentingan umum, memelihara komonikasi yang baik,dan menitik beratkan moral dan tingkah laku yang baik pula. Jelas disitu ditekankannya faktor moral dalam pungsi purel yang merupakan kegiatan komonikasi itu. Pentingnya sikap dan perilaku etis bagi para pro,karna manisia-manusia yang menjadi sasaran ialah bukan hanya terdapet didalam organisasi(internal public),tetapi  juga d luar organisasi (exseternal public).
Karna luasnya tugas pekerjaan sorang pro,maka selain herus memehami etika.juga harus mengetahui etiket. Etiket adah terjemahan dari istilah bahasa inggeris dan bahasa perancis “etuquette” yang berarti “persaratan konvensional mengenai perilaku sosial” (conventions requirementsas to social behaviro) w.j.s.poerwadarminta dalam “kamus umum bahasa indonesia”pengertian etiket sebagai “aturan sopan santun dalam pergaulan”.
Di indonesiamasalah kode etikpublic relation hingga kini belum mendapatkan perhatian yang seksama dari para pakar , mungkin karena di pemerintahanYang sebagai pejabat pemerintahan dan otomatis menjadi anggata korsps pegawai republik indonesia  [KOPRRI]. Mempunyai kode etik tersendiri.
Beberapa perusaan besar di indonesia memang ada   yang sudah di lengkapi purel. Tetapi belum semua perusahaan   yang sadar akan pentingnya purel,masih mengangagap  terlalu banyak pengeluaran uang  pekembangan purel selalu sejalan dengan perkembangan industri  dan perniagaan . di saat terjadi perkembangan. Di waktu itu terjadi persaingan yang gencar maka dimasa itu pula akan terjadi kemekaran  purel yang yang pesat seperti yang teradi di negara –nengara maju
Tetapi, meskipun tingkat ekonomi di indonesia belum maju seperti di nengara –nengara maju, Tidak berrati masalah etika purel tidkak perlu menjadi bahan pemikaran sekarang. Sebaiknyaperlu saja sekarang ,setidak-tidaknya diaajarkan di perguruan-perguruan tinggi yang mengelola study public relations.
C.Etika Pelayanan
ETIKET etiket adalah aturan sopan santu dalam pergaulan . orang –orang yang mengerti dan menghayati etiket akan lebih berhasil dalam pergaulan dan pekerjaannya . mengabaikan sopan santun sering menibulkan perselisihan dan salah pemahaman .setiap manusia hendaknya memelihara hubungan baik dengan sesamanya, bahkan memikirkan kepentingan dan kenginan orang lain etiket merupakan alat untuk kelancaran pergaulan dan juga membatu mencapai cita-citakita.
Tinkah laku yang baik dan sikap memperhatikan kepentingan orang lain tidak pernah ketinggalan jaman, selalu diperlukan. Perhatikan selalu perasaan oran lain .lain orang lain pemikiranya .harus toleran terhadap pendapat yang berbeda dengan pendapat dirikita sendiri . di atas segala-galanya
Jangan sampai tingkah laku buruk orang lain menggoda mempengaruhi  anda untuk juga bertingkah
1.      Lalu seperti itu.“A knowlegdgi of etiqueeti belps us to do and to say the right thing an the right time. It makes no difference haw wealtlly or haw poor a person is a [lady traubrige, “the book of etiquette “] suatu penetahuan tentang etika akan membatu kita untuk melakukan dan berbicara sebenarnya diwaktu yang tepat , hal itu membuat tidak ada perbedaan apakah seseorang miskin atau kaya.
2.      ihwal etika  
Sebagai pedoman baik burunya perilaku, etika adalah niai-nilai , dan asas –asas moral yang di pakai sebagai pegangan umum  baik penenetuan baik buruknya perilaku manusia atau benar salahnya tindakan manusia sebagai manuasia ,[sobur,2001:5]Di tinjau dari sudut ilmu komunikasi  seseorang pejabat humas adalah komunikator organisasisional.,

Bukan komunikator individu seperti seorang kiai memipin persanrtren atau seorang dosen perguriuan in tinggi [ependy.1998:164]. Menurut efendy [1998] pejabat humas  bergiat melayani publik sebagai organisasi  tempat ia berkerja . apa yang ia katan dan ia lakukan menyakut nilai dirinya dan citra organisasi nya
Oleh karena itu seorang propesional organisasional , harus menjadi sumber krealibilitas , dalam arti kata sebagai seorang propesional  ia harus dapat i percanya , beriikatd baik serta bersikap dan berperilaku terpuji. Seorang propesional organisasi kegiatannya menyaut penilaian masyarakat, sehinga banyak organiaasi  yang berkaitan  denan propesionalsisme menyusun kode etik yang baik
Di patuhi oleh para anggota organisasi   organisasi tersebut. Demikian ,maka di masyarakat di kenal berbagai etik ,misalnya kode etik jurnalistik ,kode etik kedokteran .Kode etik perfilman , kode etik  periklanan  kode etik hubungan masyarakat dan lainnya . tujuan diadakan kode etik tersebut ialah agar anggota organisasi bersangkutan mempunyai pedoman Untuk bersikap dan berpelilaku  dalam rangka menjadi citra organisasi.
D.Pengertian Etika
Dalam kehidupn sehari-hari kita sering mendengar dalam suatu percakapan atau membaca dalm surat kabar,majalah,buku,dan sebagainya,kata-kata etika,etis,moral,moralitas dan akhalak.apakah arti semua itu.
Muslimin dalam bukunya “humas dan konsep keperibadian”mengutip dipinisietika sebagai berikut,konneth E. Andersen.seorang ahli komonikasi bahwa “the terms “ethics, ethic,ethical,morality,dan morals”often used intercbangeably cause a lot of confusion” (istilah-istilah etika, moralitas dan moral di pergunakan secara tertuker yang menimbulkan kekacauan)
Ia mendipinisikan etika (ethics) sebagai berikut
A study of volus and the basis of their applikation,it is concerned with question of what is good or bad and what ought to be,(suatu setudi tentang nilai-nilain dan landasan bagi penerapannya.ia bersangkutan dengan pertanyan-pertanyan mengenai apa itu kebaikan atau keburukan dan sebagai mana seharusnya)
Untuk memperoleh kejelasan mengenai pengertian istilah-istilah tersebut di atas baiklah kita telah “the rendom house dictionnary of the english lannguagae.
Dalam kamustersebut membedakan pengertian istilah “ethic” dan “ethics”. Ethic (dalam bahasa latin: othicus dan dalam bahasa yunani. Ehicos) mempunyai dua pengertian, pertama “a body of moral prinsiples or values” (himpunan asas-asas moral atau nilai-nilai). Kedua: “ethical, pertaining to right and wrong in conduct” (etis, berkaitan dengan prilaku benar atau salah). Istilah ethics menurut kamus tersebut mempunyai poengertian yang lebih luas, yakni sebagai berkut:
A system of moral principles (suatu sistenm asas-asas moral) The rules of conduct recognized in respect to particular class on human actions or particular group, culture, etc.(tatanan prilaku yang berlaku dalam hubungannya dengan suatu kegiatan manusia pada suatu golongan tertentu, kelompok tertentu, kebudayaan tertentu, dan sebagainya). Moral principles, sa of an individual  (asas-asas moral pada seseorang) the branch of philosophy dealing with volues relating to human conduct. With respect to the rightness and wrongness of certain action and to the goodness and badness of motives and ends of such actiones. (cabang  filsafat mengenai nilai-nilai dalam kaitannya dangan prilaku manusia tantang kebenaran dan kesalahan dari kegiatan tertentu serta kebaikan dan keburukan dari motif dan tujuan kegiatan itu).
E. prinsip etika profesi
EL vinaro dan saleh mengutip pendapat kerap, mengatakan bahwa tuntutan profesional sangat erat dengan suatu kode etik setiap profesi. Kode etik itu berkaitan dengan prinsip etika tertentu yang berlaku untuk suatu profesi. Disini akan di kemukakan empat prinsip etika profesi yang paling kurang berlaku untuk semua profesi pada umumnya.tentu saja prinsip-prinsipetika pada umumnya yang berlaku bagi semua orang,juga berlaku bagi perofesianal sejauh mereka adalah manusia.
Lebih jauh kerap (1998)mengatakan pertama,prinsip tanggung jawab salah satu prinsipn bagi kamum perofesianal.bahkan sedemikian pokoknya sehingga seakan tidak harus lagi di katakan,karena,sebagaimana diuraikan di atas,orang yang profesional sudah dengan sendirinya berarti orang yang bertanggung jawab.pertama yang bertanggung jawab atas dempak profesinnya itu terhadap kehidupan dan kepentinngan orang lain,khususnya kepentingan orang-orang yang dilayani.
Perinsip kedua prinsip keadilan.prinsip ini terutama menuntut orang yang profesianal agar dalam menjalankan profesional ia tidak merugikan hak dan kepentingan tertentu,khususnya orang yang dilayani rangka profesinya.
Prinsip ketiga adalah prinsip otonomi,ini lebih merupakan prinsip yang di tentukan oleh kalangan profesionalterhadap dunia luar agar mereka di beri kebebasan sepenuhnya profesional.sebenarnya ini merupakan konsekunsi dari hakikat peropesi itu sendiri,hanya saja prinsip otonomi ini punya batas-batasnya juga,
Pertama ,perinsep ekonomi di batasi oleh tanggungjawab  dan komitmen fropesional ke ahlian dan moral atas kemajuan frofesi tersebut serta{dampaknya pada} kepentingan masyarakat. Kedua ,ekonomi juga di batasi dalam pengertian bahwa kendati pemerintah di tempat pertama menghargai otonomi kaum frofesional ,pemerintah tetap menjaga ,dan pada waktunya malah ikut campur tangan ,agar pelaksanaan frofesi tertentu  tidak sampai merugikan umum.
Keempat, prinsip integritas moral. Berdasarka hakekat ciri-ciri fropesi di atas ,terlihat jelas bahwa orang yang fropesional juga orang yang punya integritas pribadi atau moral yang tinggi . karena itu mempunyai komitmen peribadi untuk menjaga keluruhan fropesinya ,nama baiknya, dan juga kepentingan orang lain atau masyarakat.     

F.etika dalam piblic relation
Telah kita ketahui ciri hakiki manusia bukanah dalam pengertian wujup manusian (human baiging)  melainkan proses rohaniah yang tertuju kepada kebahgian yang menyangkut watak,sifat,perangkai,keperibadian,tingkah laku dan lain-lain,serta aspek-aspek yang menyangkut kejiwan yang terdapet dalam diri manusia.
Menurut soekotjo (1993) karna itu dalam hubungan indonesia, yang baik terlebih lagi sebagai insan humas, maka akan tampak betapa pentingnya faktor etika. Disebut orang penting karna   seblum melaksanakan hubungan mansia, sikap etis harus tercermin terlebih dahulu pada diri seorang humas yang profesennya banyak menyangkut hubungan manusia.
Terlebih lagi sebagain manusia indonesia, yang sipat paternalistiknya masih tampak dimana-mana,Sikap etis seorang pemimpin terhadap bawahannya sangat penting karna seorang pemimpin harus mencerminkan sikap seorang panutan yang akan di segani oleh bawahan dan serekan-rekan pekerjanya .aturan pertama dan pokok dari etika. Do what you want from others do to you.
Dalam hubungannya dengan kegiatan  manajemen perusaan sikap etislah yang di tunjukkan seorang humas dalam profesinya sehari-hari  seoramg humas harus mernguasai etika-etika yang umum dan tidak umum antara lain:
1.      Good communicator for internal and external pulic
2.      Tidak terlepas dari paktor kejujuran ( integrity ) sebagai landasan utamanya.
3.      Memberikan kepada bawahan/ kariawan adanya sense of blonging and sense of wanted pada perusahaan ( membuat mereka merasa di akui /di nbutuhkan )
4.      Etika sehari-hari dalm berkomunikasi  dan berinteraksi harus tetap di jaga
5.      Menyampaikan imformasi-imformasi penting pada anggota dan kelompok yang berkepentingan 
6.      Menghormati perinsip-perinsip  rasa hormat terhadap nilAI-nilai manusia .
7.      Menguwasai tehnik dan cara penanggulangan     kasus-kasus sehingga dapat memberikan keputusan, dan pertimbangan secara bijaksana .
8.      Mengenal batas-batas yang mengenal pada moralitas dalam propesinya.
9.      Penuh dedikasi dalam prefesinya
10.  Menaati kode etik humas


D.Peranan Etika
1.      Etika itu punya nilai ekonomis ‘
Judul ini bukan lah omongkosong, ungkapan sinis, ataupun sekedar penghaus dari [eri bahas a kejujuran membawa mamfaat. Makna judul tersebut benar-benar terbukti. Sebuah bisnis akan lebih berhasil jika iya di percaya dalm dunia PR. Kridibilitas itu mutlak penting. Kita bahkan ridak di percaya, tapi juga harus senan tiasa mengemukakan segala sesuatu seperti apa adanya, sesuai dengan kenyataan yang sesungguhnya Konsekuensinya , perinsip, kejujuran adalah aturan paling mendasar berlaku di sini, dan itu berarti  kegiatan kegiatan PR tak akan membaa mampat apapun juga tidak di percaya . oleh karna  jelas bahwa PR Sngat berbeda dari propaganda  yang cendrung memaksakan ide ide tertentu yang bersifat religius, sosial, maupun politis  kepada masyarakat. PR juga berbeda dari iklan yang bertujuan membentuk calon konsumen untuk membeli suatu barang.
2.      Etika terutama sekali harus di terapkan pada setiap perilaku para praktisi PR integritas peribadi merupakan bagian utama  dari frofesionalisme. Prinsip ini juga berlaku di berbagai bidang fropesi seperti dokter, guru, maupun akuntan. Para petugas PR juga harus menerapkan PR terhadap diri mereka sendiri mengingat mereka selalu di sorot dan dinilai berdasarkan apa yang mereka kerjakan. Praktisi PR yang baik adalah mereka yany berusaha memberikan nasehat nasihat terbaik, tidak suka menyuap / di suap apalagi korup serta selalu mengemukakan segala sesuatu atas dasar fakta-fakta yang ada , bukan mengada- ada atau untuk menyenangkan kalangan pers atau jurnalis. Mereka adalh orang-orang yany fropesional .
3.      Intruksi intruksi yang tidak etis
Seandainya pihak majikan ( atasan / kein ) meminta para praktisi  PR untuk melakukan sesuatu yang tidak etis, mereka harus mau dan mampu menolaknya karena hal itu jelas bertentangan dengan kode etik profesinal yang harus mereka anut dan junjung tinggi. Sebagai landasan formal bagi segenap kegiatan nya setiap praktisi PR wajib mencari suatu bentuk pengakuan atas kedudukan perofesionalnya .
4.      Nilai kode etik dan kode etik internasional    
Suatu kode etik profesional hanya akan epektif apbila benar-benar di terp kan dalam rangka mengatur sepak terjang [para praktisi yang menekuni profesi yang bersangkutn .jika perilakunpara praktisi di berikan menyimpang, apalagi jika mereka sendiri juga enggan bergabung asosiasi-asosiasi profesi. Maka kode etik itu tidak lebih dari setumpuk kertas dan sederet tulisan tampa makna. Sehubungan dengan masih begitu banyaknya  keritikan, kecurigaan,dan sikap masa bodoh, dan sikap keberadaan profesi PR maka kode etik PR tersebut mutlak perlu di tegakkan . tentu saja penegakan kode etik takansanggup sepenuhnya menghapus semua perilaku yang menyimpang namun sedikit banyak, seperti juga yang dialamin oleh berbagai bidang perofesi lainya, pendisiplinan kode etik itu pasti membawa mampaat   yang berarti.
DAPTAR ISI

Kata Penganter
BAB 1 PEMBSASAN
A.Etika dalam Kehumasan………………………………………………
B.Etika dan Etiket dalam Public Relation………………………………
C.Etika Pelayanan………………………………………………………..
D.Peranan Etika………………………………………………………….
DAPTAR PUSTAKA



Daftar Pustaka


Muslimin, Drs 2004 hubungan masyarakat dan konsep kepribadian, malang :UMM press
Soemirat, soleh,2008, Dasar-dasar politik Relaton. Bandung, Renjani rosda karya
Frank Jenkis, daniel yadin 2003. Publik relation. Jakarta: Tune Erlangga

0 komentar:

Posting Komentar