KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Wr.. Wb..
Syukur alhamdulilah penulis panjatkan kehadirat
Allah SWT,yang mana telah memberikan nikmat sehingga dapat menyelesaikan
makalah ini.Penulis harapkan semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi pembaca
umumnya dan bagi penulis khususnya,penulis
menyadari dalam pembuatan makalah ini banyak kekurangannya semoga itu
semua dapat dimaklum, tidak lupa kritik
dan saran yang membangun bagi penulis untuk bisa lebih baik lagi dalam
pembuatan makalah,Demikian atas perhatian dan sarannya penulis ucapkan terima
kasih.
Wassalmualaikum, Wr.. Wb..
BAB I
PEMBAHASAN
A.Etika
dalam Kehumasan
Apakah
istilah dalam bahasa indonesia etika itu merupakan terjemahan dari ethic atau
ethics , berdasarkan uraian di atas ,tidak menujukan perbedaan yang terlalu
jauh. Dari pengertian itu dapat di simpulkan bahwa pada hakekatnya adalah
asas-asas nilai perilaku manusia dalam
kaitanya dengan sifat-sifat benar ,salah,baik dan buruk .
Dalam
pengertian ethic dan ethics di atas tadi tampa pula terpautnya perkataan moral menurut kamus umum
bahasa indonesia susunan dan kelakuan [akhlak, kewajiban, dan sebagainya.]
sedangkan istilah etika dalam kamus tersebut diartikan sebagai “ ilmu
pengetahuan tentang asas-asas akhlak [moral].
Berdasaerkan
uraianyang terdapat pada kedua kamus di atas, tampak bahwa etika lebih luas
pengertianya dari pada moral dan akhalak, sebap tidak saja menelah perilaku
manusia yang baik dan buruk, tetapi juga
yang benar dan salah.tetapi, para ahli filsapat yang mengkaji etika sebagi
aspek filsapat umumnya lebih berat bobot telahnya pada masalah baik dan buruk
peilaku manusia.etika di sebut oleh mereka filsapat moral. Barang kali akan
lebih jelas. Apa bila kita telah pengertian etika yang telah di paparkan oleh
Dr.franz von magnis dalam bukunya “eetika umum” pengarang terkenal itu
mengatakan bahwa etika adalah penyelidik filsapat tentang bidang mengenai
kewajiban-kewajiban manusia serta tentang yang baik dan yang buruk. Karna itu,
etika di difinisikan olehnya sebagai filsapat moral. Filsapat tentang praxis
manusi. Jelsnya, etika tidak mempersoalkan keadan manusia, melainkan bagaimana
manusia hrus bertindak.
B.Etika
dan Etiket dalam Public Relation
Pada
bagian terdahulu telah di ketengahkan pendapet bertrand R. Canfeid mengenai pungsu public (purel)
yakni mengabdi kepada kepentingan umum, memelihara komonikasi yang baik,dan
menitik beratkan moral dan tingkah laku yang baik pula. Jelas disitu
ditekankannya faktor moral dalam pungsi purel yang merupakan kegiatan
komonikasi itu. Pentingnya sikap dan perilaku etis bagi para pro,karna
manisia-manusia yang menjadi sasaran ialah bukan hanya terdapet didalam
organisasi(internal public),tetapi juga
d luar organisasi (exseternal public).
Karna
luasnya tugas pekerjaan sorang pro,maka selain herus memehami etika.juga harus
mengetahui etiket. Etiket adah terjemahan dari istilah bahasa inggeris dan
bahasa perancis “etuquette” yang berarti “persaratan konvensional mengenai
perilaku sosial” (conventions requirementsas to social behaviro)
w.j.s.poerwadarminta dalam “kamus umum bahasa indonesia”pengertian etiket
sebagai “aturan sopan santun dalam pergaulan”.
Di
indonesiamasalah kode etikpublic relation hingga kini belum mendapatkan
perhatian yang seksama dari para pakar , mungkin karena di pemerintahanYang
sebagai pejabat pemerintahan dan otomatis menjadi anggata korsps pegawai
republik indonesia [KOPRRI]. Mempunyai
kode etik tersendiri.
Beberapa
perusaan besar di indonesia memang ada yang sudah di lengkapi purel. Tetapi belum
semua perusahaan yang sadar akan
pentingnya purel,masih mengangagap
terlalu banyak pengeluaran uang pekembangan
purel selalu sejalan dengan perkembangan industri dan perniagaan . di saat terjadi
perkembangan. Di waktu itu terjadi persaingan yang gencar maka dimasa itu pula
akan terjadi kemekaran purel yang yang
pesat seperti yang teradi di negara –nengara maju
Tetapi,
meskipun tingkat ekonomi di indonesia belum maju seperti di nengara –nengara
maju, Tidak berrati masalah etika purel tidkak perlu menjadi bahan pemikaran
sekarang. Sebaiknyaperlu saja sekarang ,setidak-tidaknya diaajarkan di
perguruan-perguruan tinggi yang mengelola study public relations.
C.Etika
Pelayanan
ETIKET
etiket adalah aturan sopan santu dalam pergaulan . orang –orang yang mengerti
dan menghayati etiket akan lebih berhasil dalam pergaulan dan pekerjaannya .
mengabaikan sopan santun sering menibulkan perselisihan dan salah pemahaman
.setiap manusia hendaknya memelihara hubungan baik dengan sesamanya, bahkan
memikirkan kepentingan dan kenginan orang lain etiket merupakan alat untuk
kelancaran pergaulan dan juga membatu mencapai cita-citakita.
Tinkah
laku yang baik dan sikap memperhatikan kepentingan orang lain tidak pernah
ketinggalan jaman, selalu diperlukan. Perhatikan selalu perasaan oran lain
.lain orang lain pemikiranya .harus toleran terhadap pendapat yang berbeda
dengan pendapat dirikita sendiri . di atas segala-galanya
Jangan sampai
tingkah laku buruk orang lain menggoda mempengaruhi anda untuk juga bertingkah
1.
Lalu seperti itu.“A
knowlegdgi of etiqueeti belps us to do and to say the right thing an the right
time. It makes no difference haw wealtlly or haw poor a person is a [lady
traubrige, “the book of etiquette “] suatu penetahuan tentang etika akan
membatu kita untuk melakukan dan berbicara sebenarnya diwaktu yang tepat , hal
itu membuat tidak ada perbedaan apakah seseorang miskin atau kaya.
2.
ihwal etika
Sebagai
pedoman baik burunya perilaku, etika adalah niai-nilai , dan asas –asas moral
yang di pakai sebagai pegangan umum baik
penenetuan baik buruknya perilaku manusia atau benar salahnya tindakan manusia
sebagai manuasia ,[sobur,2001:5]Di tinjau dari sudut ilmu komunikasi seseorang pejabat humas adalah komunikator
organisasisional.,
Bukan
komunikator individu seperti seorang kiai memipin persanrtren atau seorang
dosen perguriuan in tinggi [ependy.1998:164]. Menurut efendy [1998]
pejabat humas bergiat melayani publik
sebagai organisasi tempat ia berkerja .
apa yang ia katan dan ia lakukan menyakut nilai dirinya dan citra organisasi
nya
Oleh
karena itu seorang propesional organisasional , harus menjadi sumber krealibilitas
, dalam arti kata sebagai seorang propesional
ia harus dapat i percanya , beriikatd baik serta bersikap dan
berperilaku terpuji. Seorang propesional organisasi kegiatannya menyaut
penilaian masyarakat, sehinga banyak organiaasi
yang berkaitan denan
propesionalsisme menyusun kode etik yang baik
Di
patuhi oleh para anggota organisasi
organisasi tersebut. Demikian ,maka di masyarakat di kenal berbagai etik
,misalnya kode etik jurnalistik ,kode etik kedokteran .Kode etik perfilman ,
kode etik periklanan kode etik hubungan masyarakat dan lainnya .
tujuan diadakan kode etik tersebut ialah agar anggota organisasi bersangkutan
mempunyai pedoman Untuk bersikap dan berpelilaku dalam rangka menjadi citra organisasi.
D.Pengertian
Etika
Dalam
kehidupn sehari-hari kita sering mendengar dalam suatu percakapan atau membaca
dalm surat kabar,majalah,buku,dan sebagainya,kata-kata
etika,etis,moral,moralitas dan akhalak.apakah arti semua itu.
Muslimin
dalam bukunya “humas dan konsep keperibadian”mengutip dipinisietika sebagai
berikut,konneth E. Andersen.seorang ahli komonikasi bahwa “the terms “ethics,
ethic,ethical,morality,dan morals”often used intercbangeably cause a lot of
confusion” (istilah-istilah etika, moralitas dan moral di pergunakan secara
tertuker yang menimbulkan kekacauan)
Ia
mendipinisikan etika (ethics) sebagai berikut
A
study of volus and the basis of their applikation,it is concerned with question
of what is good or bad and what ought to be,(suatu setudi tentang nilai-nilain
dan landasan bagi penerapannya.ia bersangkutan dengan pertanyan-pertanyan
mengenai apa itu kebaikan atau keburukan dan sebagai mana seharusnya)
Untuk
memperoleh kejelasan mengenai pengertian istilah-istilah tersebut di atas
baiklah kita telah “the rendom house dictionnary of the english lannguagae.
Dalam
kamustersebut membedakan pengertian istilah “ethic” dan “ethics”. Ethic (dalam
bahasa latin: othicus dan dalam bahasa yunani. Ehicos) mempunyai dua
pengertian, pertama “a body of moral prinsiples or values” (himpunan asas-asas
moral atau nilai-nilai). Kedua: “ethical, pertaining to right and wrong in
conduct” (etis, berkaitan dengan prilaku benar atau salah). Istilah ethics
menurut kamus tersebut mempunyai poengertian yang lebih luas, yakni sebagai
berkut:
A
system of moral principles (suatu sistenm asas-asas moral) The rules of conduct
recognized in respect to particular class on human actions or particular group,
culture, etc.(tatanan prilaku yang berlaku dalam hubungannya dengan suatu
kegiatan manusia pada suatu golongan tertentu, kelompok tertentu, kebudayaan
tertentu, dan sebagainya). Moral principles, sa of an individual (asas-asas moral pada seseorang) the branch
of philosophy dealing with volues relating to human conduct. With respect to
the rightness and wrongness of certain action and to the goodness and badness
of motives and ends of such actiones. (cabang
filsafat mengenai nilai-nilai dalam kaitannya dangan prilaku manusia
tantang kebenaran dan kesalahan dari kegiatan tertentu serta kebaikan dan
keburukan dari motif dan tujuan kegiatan itu).
E.
prinsip etika profesi
EL
vinaro dan saleh mengutip pendapat kerap, mengatakan bahwa tuntutan profesional
sangat erat dengan suatu kode etik setiap profesi. Kode etik itu berkaitan
dengan prinsip etika tertentu yang berlaku untuk suatu profesi. Disini akan di
kemukakan empat prinsip etika profesi yang paling kurang berlaku untuk semua
profesi pada umumnya.tentu saja prinsip-prinsipetika pada umumnya yang berlaku
bagi semua orang,juga berlaku bagi perofesianal sejauh mereka adalah manusia.
Lebih
jauh kerap (1998)mengatakan pertama,prinsip tanggung jawab salah satu prinsipn
bagi kamum perofesianal.bahkan sedemikian pokoknya sehingga seakan tidak harus
lagi di katakan,karena,sebagaimana diuraikan di atas,orang yang profesional sudah
dengan sendirinya berarti orang yang bertanggung jawab.pertama yang bertanggung
jawab atas dempak profesinnya itu terhadap kehidupan dan kepentinngan orang
lain,khususnya kepentingan orang-orang yang dilayani.
Perinsip
kedua prinsip keadilan.prinsip ini terutama menuntut orang yang profesianal
agar dalam menjalankan profesional ia tidak merugikan hak dan kepentingan
tertentu,khususnya orang yang dilayani rangka profesinya.
Prinsip
ketiga adalah prinsip otonomi,ini lebih merupakan prinsip yang di tentukan oleh
kalangan profesionalterhadap dunia luar agar mereka di beri kebebasan
sepenuhnya profesional.sebenarnya ini merupakan konsekunsi dari hakikat
peropesi itu sendiri,hanya saja prinsip otonomi ini punya batas-batasnya juga,
Pertama
,perinsep ekonomi di batasi oleh tanggungjawab
dan komitmen fropesional ke ahlian dan moral atas kemajuan frofesi
tersebut serta{dampaknya pada} kepentingan masyarakat. Kedua ,ekonomi juga di
batasi dalam pengertian bahwa kendati pemerintah di tempat pertama menghargai
otonomi kaum frofesional ,pemerintah tetap menjaga ,dan pada waktunya malah
ikut campur tangan ,agar pelaksanaan frofesi tertentu tidak sampai merugikan umum.
Keempat,
prinsip integritas moral. Berdasarka hakekat ciri-ciri fropesi di atas ,terlihat
jelas bahwa orang yang fropesional juga orang yang punya integritas pribadi
atau moral yang tinggi . karena itu mempunyai komitmen peribadi untuk menjaga
keluruhan fropesinya ,nama baiknya, dan juga kepentingan orang lain atau
masyarakat.
F.etika dalam
piblic relation
Telah kita ketahui ciri hakiki manusia
bukanah dalam pengertian wujup manusian (human baiging) melainkan proses rohaniah yang tertuju kepada
kebahgian yang menyangkut watak,sifat,perangkai,keperibadian,tingkah laku dan
lain-lain,serta aspek-aspek yang menyangkut kejiwan yang terdapet dalam diri
manusia.
Menurut
soekotjo (1993) karna itu dalam hubungan indonesia, yang baik terlebih lagi
sebagai insan humas, maka akan tampak betapa pentingnya faktor etika. Disebut
orang penting karna seblum melaksanakan
hubungan mansia, sikap etis harus tercermin terlebih dahulu pada diri seorang
humas yang profesennya banyak menyangkut hubungan manusia.
Terlebih lagi
sebagain manusia indonesia, yang sipat paternalistiknya masih tampak
dimana-mana,Sikap etis seorang pemimpin terhadap bawahannya sangat penting
karna seorang pemimpin harus mencerminkan sikap seorang panutan yang akan di
segani oleh bawahan dan serekan-rekan pekerjanya .aturan pertama dan pokok dari
etika. Do what you want from others do to you.
Dalam
hubungannya dengan kegiatan manajemen
perusaan sikap etislah yang di tunjukkan seorang humas dalam profesinya
sehari-hari seoramg humas harus
mernguasai etika-etika yang umum dan tidak umum antara lain:
1.
Good communicator for
internal and external pulic
2.
Tidak terlepas dari
paktor kejujuran ( integrity ) sebagai landasan utamanya.
3.
Memberikan kepada
bawahan/ kariawan adanya sense of blonging and sense of wanted pada perusahaan
( membuat mereka merasa di akui /di nbutuhkan )
4.
Etika sehari-hari dalm
berkomunikasi dan berinteraksi harus
tetap di jaga
5.
Menyampaikan
imformasi-imformasi penting pada anggota dan kelompok yang berkepentingan
6.
Menghormati
perinsip-perinsip rasa hormat terhadap
nilAI-nilai manusia .
7.
Menguwasai tehnik dan
cara penanggulangan kasus-kasus sehingga dapat memberikan
keputusan, dan pertimbangan secara bijaksana .
8.
Mengenal batas-batas
yang mengenal pada moralitas dalam propesinya.
9.
Penuh dedikasi dalam
prefesinya
10.
Menaati kode etik humas
D.Peranan
Etika
1. Etika
itu punya nilai ekonomis ‘
Judul ini bukan lah omongkosong,
ungkapan sinis, ataupun sekedar penghaus dari [eri bahas a kejujuran membawa
mamfaat. Makna judul tersebut benar-benar terbukti. Sebuah bisnis akan lebih
berhasil jika iya di percaya dalm dunia PR. Kridibilitas itu mutlak penting.
Kita bahkan ridak di percaya, tapi juga harus senan tiasa mengemukakan segala
sesuatu seperti apa adanya, sesuai dengan kenyataan yang sesungguhnya Konsekuensinya
, perinsip, kejujuran adalah aturan paling mendasar berlaku di sini, dan itu
berarti kegiatan kegiatan PR tak akan
membaa mampat apapun juga tidak di percaya . oleh karna jelas bahwa PR Sngat berbeda dari propaganda yang cendrung memaksakan ide ide tertentu
yang bersifat religius, sosial, maupun politis
kepada masyarakat. PR juga berbeda dari iklan yang bertujuan membentuk
calon konsumen untuk membeli suatu barang.
2. Etika
terutama sekali harus di terapkan pada setiap perilaku para praktisi PR
integritas peribadi merupakan bagian utama
dari frofesionalisme. Prinsip ini juga berlaku di berbagai bidang
fropesi seperti dokter, guru, maupun akuntan. Para petugas PR juga harus
menerapkan PR terhadap diri mereka sendiri mengingat mereka selalu di sorot dan
dinilai berdasarkan apa yang mereka kerjakan. Praktisi PR yang baik adalah
mereka yany berusaha memberikan nasehat nasihat terbaik, tidak suka menyuap /
di suap apalagi korup serta selalu mengemukakan segala sesuatu atas dasar
fakta-fakta yang ada , bukan mengada- ada atau untuk menyenangkan kalangan pers
atau jurnalis. Mereka adalh orang-orang yany fropesional .
3. Intruksi
intruksi yang tidak etis
Seandainya pihak majikan ( atasan /
kein ) meminta para praktisi PR untuk
melakukan sesuatu yang tidak etis, mereka harus mau dan mampu menolaknya karena
hal itu jelas bertentangan dengan kode etik profesinal yang harus mereka anut
dan junjung tinggi. Sebagai landasan formal bagi segenap kegiatan nya setiap
praktisi PR wajib mencari suatu bentuk pengakuan atas kedudukan perofesionalnya
.
4. Nilai
kode etik dan kode etik internasional
Suatu kode etik profesional hanya akan
epektif apbila benar-benar di terp kan dalam rangka mengatur sepak terjang
[para praktisi yang menekuni profesi yang bersangkutn .jika perilakunpara
praktisi di berikan menyimpang, apalagi jika mereka sendiri juga enggan
bergabung asosiasi-asosiasi profesi. Maka kode etik itu tidak lebih dari
setumpuk kertas dan sederet tulisan tampa makna. Sehubungan dengan masih begitu
banyaknya keritikan, kecurigaan,dan
sikap masa bodoh, dan sikap keberadaan profesi PR maka kode etik PR tersebut
mutlak perlu di tegakkan . tentu saja penegakan kode etik takansanggup
sepenuhnya menghapus semua perilaku yang menyimpang namun sedikit banyak,
seperti juga yang dialamin oleh berbagai bidang perofesi lainya, pendisiplinan
kode etik itu pasti membawa mampaat yang berarti.
DAPTAR ISI
Kata Penganter
BAB 1 PEMBSASAN
A.Etika dalam Kehumasan………………………………………………
B.Etika dan Etiket dalam Public Relation………………………………
C.Etika Pelayanan………………………………………………………..
D.Peranan Etika………………………………………………………….
DAPTAR PUSTAKA
Daftar Pustaka
Muslimin, Drs
2004 hubungan masyarakat dan konsep kepribadian, malang :UMM press
Soemirat,
soleh,2008, Dasar-dasar politik Relaton. Bandung, Renjani rosda karya
Frank Jenkis,
daniel yadin 2003. Publik relation. Jakarta: Tune Erlangga




0 komentar:
Posting Komentar